Jakarta (KABARIN) - Iklim investasi di Jakarta sepanjang 2025 terbilang cukup panas. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut total investasi yang masuk ke ibu kota menembus Rp270,9 triliun, atau naik hampir 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, dana tersebut datang dari investor dalam negeri maupun luar negeri. Penanaman Modal Dalam Negeri menyumbang sekitar Rp175,3 triliun, sementara Penanaman Modal Asing berada di angka Rp95,6 triliun. Capaian ini dinilai menjadi sinyal kuat kepercayaan investor terhadap Jakarta.
“Investasi tersebut memberikan kontribusi 14 persen terhadap total investasi nasional,” ujar Pramono saat menyampaikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.
Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, Pramono mengungkapkan ekonomi Jakarta tetap mampu bergerak stabil. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers realisasi APBD 2025 yang mencatat performa positif dari berbagai sektor.
Masuknya investasi besar juga berdampak langsung ke lapangan kerja. Sepanjang 2025, sektor ini tercatat menyerap lebih dari 487 ribu tenaga kerja, yang mencerminkan upaya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Tak hanya investasi, sektor pariwisata juga ikut bergeliat. Tingkat hunian hotel bintang lima pada Desember mencapai lebih dari 62 persen, bahkan penuh di kawasan pusat bisnis saat periode libur akhir tahun.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI terus berupaya menciptakan iklim usaha yang ramah bagi pelaku bisnis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memangkas proses perizinan yang selama ini dianggap rumit.
“Kami memotong berbagai perizinan yang ada, dan perbaikan layanan yang selama ini menjadi problem bagi para pelaku dunia usaha,” kata Pramono.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026